Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 19 Juni 2013

Kontingen Garuda dikenang cegah bentrokan Lebanon-Israel

Kontingen Garuda yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) dikenang karena berhasil mencegah bentrokan antara pasukan Lebanon dan Israel di perbatasan kedua negara.

Satuan Tugas TNI dalam Kontingen Garuda di UNIFIL berpatroli bersama mitranya di Lebanon, beberapa waktu lalu. (dokumentasi TNI)
Satuan Tugas TNI dalam Kontingen Garuda di UNIFIL berpatroli bersama mitranya di Lebanon, beberapa waktu lalu. (dokumentasi TNI)

"Prestasi yang selalu dikenang adalah keberhasilan Kontingen Garuda (Konga) mencegah kontak senjata antara Angkatan Bersenjata Lebanon dengan Angkatan Bersenjata Israel," kata Komandan KontingenGaruda, Kolonel Infantri Karmin Suharna, dalam sarasehan di Lebanon, sesuai keterangan KBRI di Beirut, Selasa.

"UNIFIL memberi apresiasi tinggi terhadap Indonesia atas kerberhasilan Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Kontingen Garuda, dalam mencegah kontak senjata tentara Lebonon-Israel di wilayah perbatasan Al Adeisseh pada Agustus 2010," kata Suharna. 

Tiga hakim agung akan pantau sidang kasus Cebongan

Mahkamah Agung telah menunjuk tiga hakim agung untuk memantau persidangan kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Yogyakarta yang melibatkan 11 anggota Komando Pasukan Khusus ( Kopasus).

Tiga hakim agung akan pantau sidang kasus Cebongan
Anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo melakukan ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Yogyakarta, Selasa (18/6). Ziarah tersebut dilakukan sebelum digelarnya sidang militer pada Kamis (20/6) di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta yang melibatkan anggota Kopassus dalam kasus penembakan Lapas 2B Cebongan dengan tujuan agar dapat memberikan dukungan moril kepada para tersangka. (ANTARA FOTO/Noveradika)

Ketiga hakim agung yang ditunjuk memantau sidang kasus itu terdiri atas Ketua Kamar Peradilan Militer Mahkamah Agung Imron Anwari, Hakim Agung Gayus Lumbuun dan Hakim Agung Andi Abu Ayyub.

Australia Awasi Indonesia Lewat Jaringan RADAR OTH

Ari Sukiasto, Pengamat Intelijen 

Karena takut invasi militer Indonesia, Angkatan Bersenjata Australia akhirnya perlu membangun jaringan Radar OTH [Over The Horizon] tembus cakrawala, Jindalee di Darwin-Australia.




Radar OTH ini bekerja pada riak gelombang pendek SW [Short Wave] non stop 24 jam dipancarkan ke udara melalui antena pancar dan gelombang SW memantul di lapisan kedap gelombang SW, di ionosfir Kinnely Heavyside dan ditangkap oleh antena penerima gelombang balik. Sehingga seluruh wilayah udara-laut Indonesia bisa diraba dari Australia.


Sumber : GFI

Pindad Kebut Produksi Panser Anoa dan Rantis Komodo

Setelah TNI memesan 150 panser Anoa produksi Pindad pada tahun 2008, pabrik persenjataan di Bandung, Jawa Barat yang sudah berstatus BUMN  itu seperti  mendapat pasokan darah segar. Jumlah total dana yang dikucurkan pemerintah untuk membeli 150 unit panser Anoa melebihi Rp 1 trilliun sehingga operasional produksi Anoa pun berjalan lancar.

 Panser Anoa

Tidak hanya merampungkan 150 unit panser Anoa, para teknisi senjata Pindad saat ini juga sedang menggeber produksinya demi memenuhi pesanan TNI yang jumlah totalnya  ( termasuk pesanan 150 unit pertama) , mencapai lebih dari 300 unit.  Anoa yang sudah dioperasikan bahkan ada yang dikirim ke Lebanon guna mendukung tugas Pasukan Perdamaian PBB Indonesia, Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL.

TNI AL Segera Miliki Pesawat CN-235 MPA dan Helikopter Anti Kapal Selam

Dalam waktu dekat ini, TNI AL akan menerima pesawat udara CN-235 buatan PT. Dirgantara Indonesia sebanyak tiga unit. TNI AL juga akan terus meningkatkan kemampuan Penerbangan TNI AL tidak hanya personilnya, tetapi juga peralatannya, serta akan menambah alutsista dari luar negeri seperti helikopter antikapal selam, helikopter latih dan alat-alat pengintaian yang nantinya akan digunakan untuk maritime patrol area.

TNI AL Segera Miliki Pesawat CN-235 MPA dan Helikopter Anti Kapal Selam

Hal tersebut disampaikan Kepala Sataf Angkatan Laut dalam amanatnya yang dibacakan Asisten Operasi Kasal (Asops) Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., saat selaku inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun Penerbangan Angkatan Laut yang genap memasuki usia 57 tahun, yang digelar dalam suatu upacara militer bertempat di hanggar Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Senin (17/6). Tema yang diangkat dalam peringatan Hari Penerbangan Angkatan Laut tahun 2013 ini adalah: “Dengan Semangat Dharma Jalakaca Putra, Penerbangan Angkatan Laut Siap Mengefektifkan Pembinaan Kekuatan dan Kemampuan dalam rangka Mendukung Kesiapsiagaan Operasi”.

PNG Tertarik Kerjasama Pengadaan Alutsista

Menteri Pertahanan Papua Nugini (PNG), Fabian Pok, tertarik lakukan kerja sama dengan Indonesia di bidang pertahanan, khususnya dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).

PNG Tertarik Kerjasama Pengadaan Alutsista

"Industri pertahanan Indonesia sedang berkembang. Kami tertarik membuat kerja sama. Kami butuh alutsista yang berhubungan dengan laut karena banyak kasus illegal logging dan illegal fishing yang diangkut lewat laut," kata Menhan PNG usai melakukan kunjungan kehormatan ke Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (18/6).

Dijelaskan, saat ini sudah banyak kasus perdagangan orang atau human traficking lintas perbatasan darat. Oleh sebab itu kerjasama di bidang pertahanan dan pengadaan alutsista antar kedua negara sangat dibutuhkan.

Diplomat Disadap Inggris, Menlu RI Minta Penjelasan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri berharap Inggris memberikan penjelasan terkait aksi penyadapan yang dilakukan oleh agen intelijen mereka (GHCQ) terhadap delegasi konferensi G20 tahun 2009. Hal itu disampaikan oleh Menlu Marty Natalegawa yang ditemui usai menerima kunjungan kerja Menlu Nikaragua, Samuel Santos Lopez, Selasa 18 Juni 2013.

Diplomat Disadap Inggris, Menlu RI Minta Penjelasan

Marty mengaku sudah membaca artikel di harian Guardian tersebut dan berharap pemerintah Inggris menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya. "Bukan untuk apa pun juga, melainkan supaya masalah ini dapat dikelola dengan baik," ujar Marty.

Kendati berharap penjelasan dari pemerintah Inggris, Marty mengaku tidak akan memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Mark Canning, untuk meminta keterangan. "Penyampaian melalui media itu sudah baik dan cukup. Tapi apabila saya bertemu dengan Dubesnya di suatu acara, tentu akan ditanyakan," kata Marty.

Berita Strategi Militer Terbaru

Berita Populer

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
free counters